Akibat Corona,Beberapa Sektor Bisnis Ini Naik Daun


Reporter : Akhmad Affandi
Redaktur : Enno Triutami
 
(Ilustrasi jasa pesan antar makanan online. Sumber foto : IDN Times)
NEWSROOM UNTIRTA (15/5) – Pandemi COVID-19 kian hari terus meningkat angka positifnya. Hal tersebut membuat pemerintah harus mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang bertujuan untuk memutus rantai persebarannya, salah satunya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Masyarakat dihimbau untuk tetap di rumah, dan melakukan segala kegiatan pekerjaannya dari rumah. Akibatnya, beberapa sektor bisnis menjadi naik daun karena hal itu.
Beberapa sektor bisnis yang sedang naik daun akibat wabah ini antara lain groseri atau belanja bahan makanan, logistik dan pengiriman, perdagangan elektronik atau e-commerce, hingga jasa layanan antar makanan.
Dilansir dari CNN Indonesia, pengamat pemasaran Inventure Consulting Yuswohady mengatakan bahwa gaya hidup dirumahaja yang didengungkan sebagian besar masyarakat dapat memunculkan peluang untuk bisnis baru. Ujung akhir dari gaya hidup dan bisnis stay at home tersebut adalah stay at home economy. Karena saat ini kita tidak mungkin lagi keluar rumah, maka social distancing ini akan melahirkan kebiasaan masyarakat yang baru.
Yuswohady melanjutkan, berdasarkan survei Nielsen pada Maret lalu, 30% konsumen Indonesia lebih sering berbelanja online setelah pemberlakuan social distancing. Menurutnya, angka ini cukup menakjubkan karena perubahan perilaku konsumen terjadi hanya dalam rentang waktu kurang dari satu bulan.
"Sekarang kita mungkin masih berbelanja ke luar, tapi dengan PSBB makin ketat, maka semua akan beralih ke online," ujarnya kepada CNN Indonesia pada (13/4) melalui video conference.
Selain itu, masih bersumber dari Nielsen, bahwa permintaan jasa pesan antar makanan juga naik. Hasil dari survei yang dilakukan Nielsen yaitu sebanyak 22% mengaku lebih sering menggunakan layanan pesan antar makanan dan 19% lebih sering melakukan take-away. Dapat dipastikan apabila PSBB makin diperketat lagi, maka intensitas konsumen untuk memesan makanan via online akan terus merangkak.
Selain sektor bisnis diatas, beberapa sektor lainnya pun mengalami hal serupa, seperti pembelajaran online, layanan streaming, media dan telekomunikasi, penyimpan data, layanan farmasi online dan terakhir layanan kebersihan.
Disamping itu, beberapa sektor justru mengalami keterpurukan. Diprediksi bahwa sekitar sebelas sektor yang akan terpukul akibat pandemi COVID-19 ini. Diantaranya hotel dan pariwisata, penerbangan, pameran atau Meetings, incentives, conferences and exhibitions (MICE), restoran, dan bioskop atau hiburan. Dan juga layanan jasa-jasa samping jalan seperti pangkas rambut dan lainnya mengalami kemunduran.
Belum lama ini telah viral seorang tukang cukur bernama Suyadi Kholik yang keliling mencari pelanggan dengan menggunakan APD. Kisah Suyadi itu viral setelah fotonya diunggah pada akun Instagram @aslisuroboyo pada Selasa (12/5).
Dilansir dari detik.com, dalam foto yang viral di media sosial tampak tulisan 'PSBB Diperpanjang, Potong Rambut Bayar Seikhlasnya'. Tulisan tersebut ditaruh di pohon agar pengemudi di sekitar Jalan Ahmad Yani (dekat Korem 084), Surabaya, bisa melihatnya.
Selama dua hari mangkal, Suyadi hanya mendapat enam pelanggan. Berbeda ketika Ia berkeliling, Suyadi bisa mendapat delapan hingga sepuluh pelanggan dalam sehari.
"Karena PSBB, ya di sini. Dua hari ini dapat enam pelanggan. Ya disyukuri meski bayarnya seikhlasnya. Ada yang kasih Rp 5.000, ada yang Rp 10 ribu," kata Suyadi kepada detik.com, pada Rabu (13/5). (AA/ET/MA-NEWSROOM UNTIRTA)

Posting Komentar

0 Komentar