Akibat PSBB, Larangan Mudik Diberlakukan

Penulis : Hasbi Firdaus
Redaktur  : Siti Maemunah
Papan elektronik berisi larangan mudik dalam penyekatan Jalan Tol Jakarta-Cikampek Km 31 di sekitar pintu keluar Tol Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (4/5/2020). Larangan mudik untuk mencegah penyebaran Covid-19 mulai berlaku Jumat, 24 April 2020 hingga 31 Mei 2020. (KOMPAS/AGUS SUSANTO)

NEWSROOM UNTIRTA (9/5) - Mudik merupakan sebuah tradisi yang biasanya dilakukan di bulan Ramadan. Namun, tradisi tersebut kini dilarang untuk dilakukan. Hal tersebut sesuai dengan aturan yang dikeluarkan oleh Mentri Perhubungan melalui Peraturan Mentri Perhubungan (Permenhub) Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah yang diundangkan pada 23 April 2020.

Dilansir dari Kompas.com, Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa mudik Ramadan tahun ini dilarang. Larangan yang dilakukan oleh pemerintah tersebut sebagai bentuk upaya pencegahan penyebaran covid-19. Karena masih banyak masyarakat perantauan yang bersikeras untuk mudik.
"Dan pada rapat hari ini saya ingin menyampaikan bahwa mudik semuanya akan kita larang. Oleh sebab itu saya minta persiapan-persiapan yang berkaitan dengan ini disiapkan," ujar Joko Widodo (15/4).

Larangan mudik efektif diberlakukan mulai Jumat, 24 April hingga 31 Mei 2020. Lalu lintas orang keluar dan masuk wilayah Jabodetabek tidak diperbolehkan. Kebijakan pelarangan mudik ini dilakukan dengan pertimbangan untuk mengisolasi zona merah agar tidak terjadi penyebaran ke daerah-daerah lainya, sehingga memutus rantai penyebaran virus Covid-19.

Terdapat sanksi untuk mendukung kebijakan larangan mudik pada peraturan Menteri Perhubungan nomor 25 Tahun 2020 berupa sanksi tertulis yang berlaku pada 24 April hingga 7 Mei 2020.  Pada tanggal 8 Mei diberlakukan sanksi lain, pelanggar diarahkan kembali menuju titik asal keberangkatan ( Pasal 6) dan sanksi administrasi berupa pencabutan izin rute perjalanan ( Pasal 25). (HSB/MAE/MA-NEWSROOM UNTIRTA)

Posting Komentar

0 Komentar