Ayo Lakukan Hal Unik Saat Ramadan di Tengah Pandemi

Reporter: Devy Yuliana
Redaktur: Cacih Arlina
 
Bernyanyi dari rumah sebagai karya Audiovisual  yang didedikasikan untuk tim medis. (Sumber: Screenshot pada akun Youtube Prilly Latuconsina yang berjudul Semua Kan Berlalu – 50 Figur Berkarya Dari Rumah)

NEWSROOM UNTIRTA – Puasa adalah menahan diri dari rasa lapar dan dahaga serta perbuatan buruk maupun segala hal yang dapat membatalkannya dalam periode waktu tertentu di bulan Ramadan, yang berkisar antara 11 – 16 jam di berbagai negara, dari mulai terbitnya fajar kedua (Fajar Shadiq) sampai dengan terbenamnya matahari, yang disertai niat yang tulus dengan tujuan untuk mendapat rida Allah SWT. Puasa Ramadan wajib dijalankan oleh kaum Muslimin di seluruh dunia untuk meningkatkan kualitas ketakwaannya. Oleh karena itu, menjalankan puasa Ramadan menimbulkan rasa simpati, tolong menolong, dan kebersamaan dari setiap insan yang menjalankannya.
Ramadan tahun ini sungguh berbeda dari tahun sebelumnya. Kurang lebih dua bulan sudah seluruh kegiatan masyarakat terpaksa dirumahkan (Work From Home) akibat pandemi Covid-19. Pandemi yang diperkirakan menjangkit hingga ke 185 negara di seluruh penjuru dunia menurut data yang dihimpun Johns Hopkins University ini mengakibatkan kegiatan yang biasanya menjadi tradisi Ramadhan harus terkendala. Pemerintah terpaksa mengambil kebijakan guna mengantisipasi penyebaran virus ini dengan mengubah dan merapkan pola hidup baru.
Sejak awal kasus Covid-19 pertama muncul di Indonesia, masyarakat dihimbau untuk melakukan social distancing dan pshycal distancing dengan cara bekerja, belajar, beribadah, berkomunikasi, dan melakukan aktivitas lainnya dari rumah saja via daring. Kiat ini dilakukan guna memutus rantai penyebaran Covid-19 yang dapat menyebar dengan sangat cepat .
Covid-19 yang merupakan Virus Corona jenis baru yang belum pasti karakteristik serta gejala yang menyertainya membuat masyarakat di seluruh dunia semakin resah. Di bulan Ramadhan ini, masyarakat khususnya kaum Muslim harus ekstra menjaga pola makan dan pola hidup mereka agar imunitasnya tetap terjaga dan tubuh terus sehat tanpa khawatir mengenai risiko terjangkit Covid-19. 
Meski begitu, tradisi yang tiap tahunnya diselenggarakan harus tetap berjalan seperti semestinya dan tak dikesampingkan begitu saja. Menjalani puasa di tengah pandemi mematikan ini tidak hanya mempengaruhi kesehatan fisik dan mental, namun juga menyerang berbagai aspek kehidupan pribadi, baik psikologis, sosial, bahkan spiritual seseorang dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidupnya. Hal ini tak ayal membuat kita rentan untuk stres, hidup yang dilingkupi resah dan penuh tekanan, bosan dengan rutinitas rumah yang itu-itu saja, bahkan sampai malas beraktivitas dan bergerak dengan alasan untuk menjaga imun tubuh.
Nyatanya, puasa dapat membantu detoksifikasi dan cara yang tepat untuk memulai pola hidup sehat. Selain itu, banyak sekali kegiatan bermanfaat yang unik dan tentunya baik untuk menjaga tradisi di bulan Ramadan dan mengisi waktu luang. Seperti yang dikutip pada berita berjudul “11 Rekomendasi Kegiatan agar Tidak Bosan di Rumah Selama Ramadan?” yang dimuat pada laman Kumparan.com.

Meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Keagamaan di Tanah Air mengimbau masyarakat untuk melaksanakan ibadah seperti salat tarawih di rumah saja. Salat tarawih yang biasa dilakukan usai salat Isya dan berjamaah di masjid atau musala ini terpaksa harus dilakukan di rumah saja bersama keluarga inti.
“Rasulullah SAW. di dalam hadis sahih meriwayatkan, terangi rumah-rumah kita dengan aktivitas salat. Jangan jadikan rumahmu bak kuburan yang tidak pernah ada aktivitas ibadah sama sekali,” kata Asrorun dalam keterangan resmi yang diterima Health Liputan6.com.
Sekretaris Fatwa MUI, Dr. K.H Asrorun Niam mengatakan pada Liputan6.com, bahwasannya, menggeser aktivitas ibadah dari masjid ke rumah akibat pandemi Covid-19 tidak mengurangi seinci pun ketakwaan manusia kepada Sang Pencipta. Kita juga dapat berkomunikasi intrapersonal dengan Allah SWT. dan mendekatkan diri kepada-Nya dengan menyaksikan ceramah dengan topik islami di televisi maupun media sosial lainnya dan bertadarus usai menunaikan salat wajib. Jika tadarusan ini dilakukan secara rutin, bukan tidak mungkin 30 juz dalam Al-Qur’an dapat khatam selama bulan Ramadan ini.
Suci Nur Aulia (19), mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris yang menempuh S1 di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa juga mengaku mengalami perubahan besar dalam beribadah selama dirinya di rumah saja.
“Sebenarnya ibadahnya kayak biasa sih, cuma karena sekarang bulan Ramadan dan keadaan yang lagi pandemi ini, Alhamdulillah ibadahku semakin terkendali, karena habis sahur ya salat, begitupun seterusnya. Kayak gak ada alasan apapun buat gak salat. Tarawihnya juga unik banget, kan gak boleh juga buat ke masjid, jadi tarawihnya bareng sama saudara-saudara aku, lucu deh,” ujarnya.

Bersilaturahim Via Video Call (Online)
Sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, aplikasi konferensi atau meeting online seperti Skype, Zoom, Google Meet dan masih banyak lagi mulai rutin digunakan oleh berbagai kalangan untuk menyelenggarakan rapat online, belajar online, kuliah online, seminar online, atau pertemuan lainnya dengan kapasitas audience yang berbeda setiap aplikasinya. Whatsapp bahkan meng-upgrade fitur video call yang awalnya hanya berkapasitas empat orang, menjadi delapan orang.
Hal ini tentunya dapat mendukung serta memudahkan komunikasi jarak jauh antar-masyarakat untuk bercengkrama dan melepas rindu, bahkan hanya untuk mengobrol santai sambil ngabuburit dan bukber versi virtual bersama saudara atau teman-teman terdekat.

Kesempatan Memperhatikan Pola Hidup Sehat
Protokol pemerintah yang mengharuskan kita untuk stay at home membuat kita dapat memberi porsi lebih dalam menjaga daya tahan tubuh serta memperhatikan pola makan dan hidup sehat selama bulan Ramadan. Hal ini dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan berprotein tinggi, kaya akan nutrisi, rendah gula dan lemak, serta pola makan seimbang dan bervariasi saat sahur dan berbuka. Selain itu konsumsi mulitivitamin seperti vitamin C, vitamin E, vitamin B kompleks, kalsium dan zat besi juga membantu menjaga kesehatan serta meningkatan sistem imun, agar tubuh sehat, tetap bernergi dan terhindar dari Covid-19 meski sedang berpuasa.
Hal lain yang dapat dilakukan untuk menjaga pola hidup sehat adalah dengan berolahraga. Meski tidak bisa jogging keliling kampung, luangkanlah waktu minimal 15 menit untuk olahraga ringan yang dapat dilakukan di dalam rumah, seperti yoga, senam aerobik, atau berlarian kecil di dalam rumah. Jangan lupa pula untuk membiarkan tubuh terpapar sinar matahari selama minimal 10 menit, karena sinar matahari merupakan sumber vitamin D yang dapat meningkatkan imunitas dan melindungi tubuh dari sejumlah penyakit. Kegiatan tersebut akan bertambah seru jika dilakukan bersamaan dengan keluarga di rumah.

Melakukan Hal-hal yang Disenangi
Di rumah saja tidak menjadi alasan untuk tidak melakukan aktivitas apapun. Sekalipun bosan dengan aktivitas rutin yang itu-itu saja seperti tidur, belajar dan bekerja, kita dapat melakukan hal-hal yang dapat menyenangkan diri kita sendiri. Tanpa sadar, di sela-sela kesibukan kita, tentunya ada hobi atau rasa ingin melakukan suatu hal yang belum terealisasikan. Inilah saatnya untuk melakukan hal-hal tersebut.
Suci menambahkan bahwa disamping sibuk mengerjakan tugas kuliah, dirinya juga mencoba produktif dengan membuat konten make up dan cover lagu untuk mengisi kekosongannya. Tak disangka, keisengannya pun diapresiasi banyak orang setelah diunggah ke media sosial miliknya.
“Selama bulan Ramadan ini, kadang suka bete dan pengen ada sesuatu untuk dilakuin, kalau bersih-bersih rumah kan udah biasa ya, jadi aku memutuskan untuk membuat konten make up dan cover-cover nyanyi, lumayan buat ngisi waktu luang. Seneng aja gitu, apalagi setelah tau banyak yang apresiasi karya aku, meskipun buatnya waktu mood lagi bagus aja. Apalagi harus bener-bener sabar karena butuh konsep dan proses editing yang panjang,” katanya saat dihubungi via Whatsapp.
Cover lagu menjadi hal paling menonjol selama social distancing. Banyak YouTuber, selebritas, musisi, bahkan figur-figur penting melakukan hal ini. Bahkan mereka menciptakan dan menyanyikan lagu yang dipersembahkan untuk para tenaga medis dan seluruh pihak yang berjuang di garda depan dalam melawan pandemi Covid-19. Video ini dinyanyikan masing-masing di rumah mereka, kemudian diedit dan disatukan sehingga menjadi audio visual yang apik untuk dinikmati dan menghibur masyarakat. Hal ini menjadi hal yang disorot dan perlahan ditiru olah masyarakat, tentunya dengan kreativitas yang tak kalah menarik.

Mencoba Hal-hal Baru
Kita juga dapat mencoba banyak hal baru yang sebelumnya tidak pernah terlintas di pikiran kita. Alenta Humairah (24), salah satu pengajar musik di Joe Matter School of Music, Jakarta Selatan memanfaatkan Social distancing untuk mencoba hal baru dan berhasil menjadikannya pribadi yang berbeda, tentunya dalam artian positif. Di sela-sela waktunya mengajar online, ada kegiatan unik yang ditemukannya selama di rumah aja yakni mencoba resep masakan baru, bercocok tanam, membuat lagu, dan berkaya versi virtual.
“Karena dari 24 jam itu kayak bingung harus ngapain lagi, akhirnya nyari kegiatan yang bisa dilakuin di dalam rumah. Lumayan bermanfaat dan nambah pengalaman juga. Hal-hal yang biasanya dianggap sepele, jadi dapet perhatian lebih selama karantina ini. Semua tiba-tiba ke-setting dengan sendirinya,” ungkapnya.
Selain itu, hal baru lainnya yang dapat kita lakukan adalah membersikan sembari mendekor ulang isi rumah, belajar editing video, membuat karya seni, dan eksperimen membuat camilan kekinian untuk lebaran, sekalipun yang sedang trend di media sosial. (DYK/CH/MA-NEWSROOM UNTIRTA)

Posting Komentar

0 Komentar