Banjir Kritikan, Loyalis dukung Jokowi Lewat Tagar #RakyatPercayaJokowi



Reporter : Suliana Khusnulkhatimah
Redaktur : Audia Afra
Tangkapan layar cuitan dukungan loyalis Jokowi lewat akun @03__nakula
NEWSROOM UNTIRTA – Media sosial telah menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyuarakan aspirasi mereka, termasuk kritik dan saran terkait kinerja pemerintah. Setelah diramaikan dengan kritik terhadap keputusan pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan, kini jagat Twitter justru dihiasi cuitan bernada positif. Loyalis Jokowi beramai-ramai menyuarakan dukungannya kepada Presiden Indonesia itu dengan menaikkan tagar #RakyatPercayaJokowi. Tagar itu sontak menjadi trending topik di kalangan pengguna Twitter Indonesia pada Rabu (13/5) dan Kamis (14/5).
Dukungan terhadap kinerja Jokowi terekam dimotori oleh akun @03__nakula. Mulanya ia menantang para loyalis Jokowi untuk menaikkan tagar #RakyatPercayaJokowi tanpa takut dituduh sebagai Buzzer politik. 

Cuitan tersebut kemudian disanggupi oleh loyalis Jokowi lainnya, salah satunya oleh akun @purnama50471301. “Saya gak ambil pusing sama omongan orang lain bang, saya tetap selalu dukung pak @jokowi saya tau beliau berbuat terbaik untuk rakyat,” tulisnya.
Begitupun dengan akun @iqna_syam, dalam tweet-nya ia meyakini apapun keputan Jokowi pasti dilandasi kepentingan rakyat.
“Karena pemimpin pasti akan memikirkan solusi terbaik untuk rakyatnya,” ujarnya.
Cuitan senada sama pun bertebaran, akun @Real_Kudo dalam tweet-nya menyatakan sepenuhnya mendukung keputusan pemerintah dalam menaikkan iuran BPJS, menurutnya kenaikan tersebut sudah sepatutnya dilakukan untuk menjaga keberlangsungan program BPJS itu sendiri.
Tangkapan layar cuitan akun @Real_kudo yang berisikan dukungan terhadap Jokowi (13/5)

Ga juga sih om, kenaikan iuran dilakukan untuk menjaga keberlanjutan dari program Jaminan Kesehatan Naional (Jamkesnas) BPJS Kesehatan. Lagian kelas 3 masih dapet subsidi kok, saya yakin,” tulisnya dengan menyertai tagar #RakyatPercayaJokowi.
Tak hanya akibat persoalan naiknya iuran BPJS, tagar #RakyatPercayaJokowi juga hadir akibat maraknya kritikan terhadap pemerintah khususnya Jokowi dalam penanganan COVID-19 di Indonesia yang dianggap buruk. 
Sebelumnya, dilansir dari suara.com, pemerintah kembali membuka Bandara Soekarno-Hatta pada 7 Mei 2020. Aturan itu termuat dalam Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Nomor 4 Tahun 2020, dan SE Menteri Perhubungan (Menhub) Nomor 31 Tahun 2020. Kini, masyarakat yang memiliki kebutuhan khusus diperbolehkan untuk berpergian di masa larangan mudik. Padahal mengutip dari merdeka.com, pemerintah telah melarang penerbangan komersial baik domestik maupun luar negeri per tanggal 24 April hingga 1 Juni mendatang.
Tak berselang lama, masyarakat kembali dibuat gusar dengan kebijakan pemerintah. Dilansir dari bbc.com, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo dalam koferensi pers pada Selasa (12/5) mengatakan, Jokowi menginstruksikan satuan gugus tugas untuk mempersiapkan pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB.  
"Bapak Presiden telah memberikan instruksi kepada gugus tugas untuk menyiapkan suatu simulasi agar apabila kita melakukan langkah-langkah pelonggaran, maka tahapan-tahapannya harus jelas," ujarnya seperti yang termuat dalam bbc.com.
Alhasil mulai 25 Mei, masyarakat berusia di bawah 45 tahun akan kembali bekerja di beberapa sektor yang diizinkan beroperasi selama PSBB. Kendati demikian, melansir dari katadata.co.id, juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto menyebut langkah ini bukanlah tahapan pelonggaran PSBB, melainkan upaya pemerintah dalam memaksimalkan PSBB.
Pelonggaran demi pelonggaran PSBB tersebutlah yang membuat masyarakat geram dan tak sedikit pula pihak yang mengkritik keputusan pemerinyah, salah satunya ahli epidemiologi, Tri Yunis Miko Wahyono, yang juga duduk dalam Tim Pakar Gugus Tugas COVID-19 Nasional.  Mengutip dari bbc.com, Tri Yunis menilai pelaksanaan PSBB tak patut untuk dilonggarkan, pasalnya pelaksanaan PSBB selama ini belum maksimal bahkan masih sering dilanggar. Ia mengatakan pemerintah perlu memiliki indikator keberhasilan PSBB.
Kalau kasus sudah menurun, PSBB-nya diturunkan bertahap. Ini belum bicara menurunkan kasus saja sudah bicara pelonggaran," ujar Tri Yunis.
Kritik lain juga disampaikan Pengamat Penerbangan yang juga Anggota Ombudsman RI, Alvin Lie. Alvin menyebut, dibuka kembalinya moda transportasi udara untuk kepentingan komersial merupakan pengkhianatan terhadap rakyat yang telah mematuhi PSBB.
"Lebaran tinggal 10 hari lagi bahkan, THR segera dibagikan, sehingga lonjakan keinginan mudik pasti lebih tinggi kalau bobol lupakan saja PSBB selama ini, rakyat di daerah sengsara, geraknya dibatasi tapi ini dibobol sendiri oleh pemerintah, suatu pengkhianatan terhadap penderitaan yang sudah dijalani rakyat yang patuh selama ini," ujar Alvin kepada suara.com.
Kritikan menjadi deras saat rakyat kembali dikejutkan dengan keputusan pemerintah untuk menaikkan iuran BPJS. Dilansir dari tirto.id, Jokowi menaikkan premi BPJS Kesehatan melalui Perpres Nomor 64 tahun 2020 tentang Jaminan Kesehatan, yang diteken Selasa (5/5) lalu. Kenaikan terjadi pada kelas 2 dan 1, masing-masing menjadi Rp100 ribu dan Rp150 ribu per bulan. Sedangkan untuk peserta kelas 3, besaran iuran akan menjadi Rp35 ribu mulai tahun depan.
Kritik tak hanya datang dari para pakar maupun pengamat, namun juga warganet. Kritik mengenai kenaikan BPJS Kesehatan mulai ramai menghiasi laman Twitter pada Rabu (13/5). Akun @SINDIKASI_ mengeluhkan berbagai keputusan pemerintah yang dirasa memberatkan kelas pekerja melalui tweet-nya.
Tangkapan layar cuitan akun @SINDIKASI__ (14/5)

“Udah dong… Surat Edaran Kemnaker soal pekerja bisa dipotong gajinya, SE soal THR boleh dibayar nanti2, masak skrg keluar lagi aturan kenaikan BPJS. Lagi susah kami,” cuitnya pada Rabu (13/5).

Keluhan serupa juga diserukan akun @Hilmi28, menurutnya banyak keputusan pemerintah yang justru semakin memberatkan rakyat di tengah pandemic COVID-19.
“Menaikkan tarif BPJS yg sdh dibatalkan MA sgh melukai hati rakyat, BBM yg tdk trn tp listrik mlh naik jg tak adil rasanya, mendtgkan TKA Cina seolah menyepelekan kemampuan ank bangsa, PSBB yg stgh hati membuat kami bertanya, kpn corona slsai? Mhn pak, dgrkan kami utk kebaikan negeri,” pungkasnya.
Banjir kritik ini lah yang melandasi loyalis Jokowi untuk menyampaikan dukungan dan kepercayaan mereka kepada Jokowi melalui tagar #RakyatPercayaJokowi. (SLN/AWD/MA-NEWSROOM UNTIRTA)

Posting Komentar

0 Komentar