Beragam Fakta Lebaran di Era New Normal

Reporter          : Khofifah
Redaktur         : Chindy Puspita Dewi

(Ilustrasi silaturahmi saat Lebaran di tengah pandemi . Sumber foto:
Shutterstock)
NEWSROOM UNTITRA – (28/5) Hari raya kemenangan bagi umat islam yang jatuh pada 24 Mei kemarin sudah barang pasti berbeda ditahun 2020 ini. Pasalnya banyak kebiasaan yang berubah akibat pandemi COVID-19 yang tengah melanda warga dunia. Termasuk tradisi ‘khas’ Lebaran.

Semenjak pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada pertengahan Maret lalu, masyarakat terpaksa beralih dalam menjalankan aktivitas sosialnya lewat teknologi digital. Sehingga, banyak warganet yang menyebutnya dengan istilah era new normal yang diartikan bahwa aktivitas sosial masyarakat dilakukan dengan cara baru dari suasana sebelum adanya COVID-19.

Meski dalam kebijakan ekonomi seperti yang dilansir dari kompas.com, new normal baru resmi dilaksanakan seusai Lebaran tepatnya 1 Juni mendatang yang bertujuan untuk memulihkan roda ekonomi agar bisa kembali normal.

Namun, belakangan ini hashtag new normal sudah mencuat dijajaran trending topic Twitter Indonesia, termasuk saat beragam cuitan Lebaran bermunculan. Untuk itu, secara tidak langsung Lebaran tahun ini menguak fakta-fakta menarik yang beberapa hari lalu dirasakan oleh masyarakat.

Berikut berbagai fakta mengenai Lebaran di era new normal yang sudah dirangkum dari beberapa sumber.

Tradisi Mudik Lebaran Tahun 2020 Ditiadakan Demi Keamanan
Seperti yang dilansir dari kompas.id semenjak diberlakukan larangan mudik pada 24 April 2020, Presiden Jokowi telah resmi mengumumkan agar tahun ini masyarakat diminta untuk tetap di rumah dan tidak melakukan perjalanan jauh, termasuk mudik.

Bukan tanpa alasan, hal ini bertujuan untuk memutus rantai penularan Covid-19 terutama ke daerah yang sejauh ini dalam ranah aman (zona hijau) dengan jumlah penularan yang masih sedikit. Peraturan semacam ini akan menjadi momen terkenang selama tradisi Lebaran berlangsung, sebab fenomena tahunan ini tidak pernah lepas dari kata Lebaran.

E-Sungkeman, Solusi Silaturahmi Ala New Normal
Meski tidak diperbolehkan mudik dan berkumpul, namun saat masa perkembangan teknologi seperti sekarang ini, terdapat berbagai cara yang dilakukan masyarakat untuk melepas rindu disertai permohonan maaf atau yang biasa disebut ‘sungkeman’ seperti via video call.

Bahkan, tagar #Esungkeman sempat merajai trending topic Twitter dengan beragam guyonan dan curhatan warga +62 terkait perbedaan yang dirasakan.

Seperti pemilik akun @bayureskydwian1 yang dilansir dari indozone.id ia mengaku suasana Lebaran tahun ini sangat berbeda karena jauh dari keluarga.

"Lebaran tahun ini emang berbeda  berjauhan ama keluarga, namun aku tetap bisa #Esungkeman insyallah berkah," cuitnya.
Bertukar Hampers Lebaran, Jadi Pengganti Diri Tidak Bisa Mudik
Tren bertukar hampers atau dikenal juga dengan istilah bingkisan parsel yang biasanya diberikan saat momen-momen special, seperti Lebaran. Nyatanya hal yang satu ini diikuti pula oleh kalangan public figure, seperti Luna Maya, Ruben Onsu hingga Rafi Ahmad yang dilakukannya sebagai bentuk silaturahmi, pengganti kehadiran saat hari raya.
Seperti yang dimuat dalam republika.co.id saling berbagi hampers juga salah satu cara bagi masyarakat yang ingin tetap berbagi kebahagian ditengah masa Lebaran new normal.
Uniknya, Berbagi THR Lebaran Online Lewat E-Wallet
Tunjangan Hari Raya (THR) sudah lama menjadi tradisi tahunan yang dinantikan bagi sebagian orang, bagaimana tidak hal semacam ini kerap menjadi bahan guyonan dan hal wajib bagi mereka yang sudah bekerja untuk menyisakan sisa rezekinya kepada sanak saudara.
Jika biasanya THR dilakukan secara langsung seusai sungkeman, berbeda dengan sekarang yang terhalang jarak dan regulasi, maka masyarakat new normal mengakalinya via dompet online atau e-wallet .
Dilansir dari republika.co.id nyatanya cara ini cukup praktis dan hemat bagi mereka yang ingin berbagi berkah Lebaran. Sebab melalui dompet digital, pengirim THR tidak perlu takut kantong makin jebol dengan biaya admin yang dikenakan ketika terpaksa harus transfer angpau Lebaran ke bank yang berbeda.
Cuti Bersama Idulfitri, Dipindahkan Diakhir Tahun
Manusia hanya bisa berencana, itulah fakta dan kenyataannya. Meski telah ditentukan jauh sebelumnya bahwa cuti Lebaran akan dimulai sejak 26 hingga 29 Mei 2020, namun akhirnya hal itu terpaksa harus ditunda sampai akhir tahun tepatnya pada 28 hingga 31 Desember 2020.

Berdasarkan republika.co.id hal ini menjadi catatan baru di Indonesia yang untuk pertama kalinya mengadakan cuti tambahan yang biasanya berurutan dengan hari raya Idulfitri.

Alasan dipindahkannya cuti bersama Lebaran ke akhir tahun untuk mencegah masyarakat keluar rumah karena harus kembali bekerja mulai dari tanggal 26 Mei 2020 dan memaksimalkan PSBB sampai kasus COVID-19 sudah benar-benar berhasil diatasi.

Itulah beberapa fakta menarik mengenai Lebaran pada era new normal, meski harus melakukan aktivitas serba online, masyarakat diharapkan tetap tenang dan mengikuti segala regulasi yang ada guna mempercepat kondisi semula seperti sebelum COVID-19 menyerang. (KH/CPD/MA- NEWSROOM UNTIRTA)

Posting Komentar

0 Komentar