Dituding Menistakan Agama, Gadis 19 Tahun di Jemput Polisi

Reporter : Febby Fauziah Yasrul
Redaktur : Mia Audina
Ilustrasi hukuman penjara. (merdeka.com)

NEWSROOM UNTIRTA  – Bulan suci Ramadan menjadi momen yang sangat penting bagi umat muslim. Di bulan yang penuh berkah ini umat muslim berbondong melakukan berbagai macam kegiatan ibadah, namun tak jarang hal tersebut malah berujung menjadi masalah yang membuat seseorang dituding melakukan penodaan atau penistaan agama.

Seperti kasus yang terjadi di Lombok Tengah,  Nusa Tenggara Barat. Seorang gadis berusia 19 tahun berinisial RE, dijemput oleh pihak kepolisian setempat karena laporan penistaan agama.

Diketahui sebelumnya, RE mengunggah sebuah video pada aplikasi TikTok yang menunjukkan RE sedang melakukan gerakan shalat takbiratul ihram, rukuk, dan iktidal. Namun beberapa saat kemudian RE berjoget-joget dengan iringan musik remix, dan kembali melakukan gerakan shalat.
Video yang diunggah pada Jumat (1/5) ini menjadi viral di media sosial, dan menjadi kontroversi yang mengakibatkan RE di tuding melakukan penistaan agama oleh masyarakat.

Akibatnya, kasus ini pun berujung pada laporan ke pihak yang berwajib. Hal ini diperkuat oleh penjelasan pada laman cnnindonesia.com, dalam berita Polisi Tangkap Pembuat Video Shalat Sambil Joget di TikTok, Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, AKP Priyo Suhartono, mengatakan bahwa aksi yang mengundang kontroversi di media sosial tersebut, membuat pelaku terancam pidana Pasal 156 KUHP tentang Penistaan Agama dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dengan ancaman hukuman selama 5 tahun.

RE pun di jemput oleh pihak kepolisian pada Senin malam (4/5) dari kediamannya di wilayah Kopang, Kabupaten Lombok tengah, Nusa Tenggara Barat.

Masyarakat pun dihimbau agar lebih bijaksana dalam penggunaan media sosial, serta tidak melakukan kegiatan yang dapat mengundang keresahan dan kebencian, terutama hal yang menyangkut pelecehan agama. (FFY/MA/MA-NEWSROOM UNTIRTA)

Posting Komentar

0 Komentar