Empat Remaja Diamankan Polisi Karena Berpura-pura Terinfeksi COVID-19


Reporter          : Dinda Sulistiani
Redaktur         : Audia Afra
Sumber: www.google.com/COVID-19
NEWSROOM UNTIRTA – Belum lama ini dunia maya telah dihebohkan oleh aksi "prank" para remaja yang tidak terpuji dengan mendatangi rumah sakit dan berpura-pura terinfeksi COVID-19. Bahkan dalam aksi tersebut dikabarkan bahwa mereka dalam kondisi mabuk setelah mengonsumsi minuman beralkohol. Salah satunya di unggah oleh akun Instagram @lambe_turah pada Selasa (12/5).
Di kutip dari kompas.com, salah satu dari empat remaja tersebut berpura-pura terinfeksi COVID-19 dan prank tersebut berlangsung di Puskesmas Haspah dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tenriawaru Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Dalam aksi prank tersebut diberitakan bahwa seorang perempuan yang dibawa oleh tiga rekannya ke puskesmas Haspah dengan gejala kejang-kejang dan sesak nafas. Pihak puskesmas Haspah pun langsung memeriksa dan meminta rujukan ke RSUD Tenriawaru agar perempuan tersebut dapat segera di lakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Di RSUD Tenriawaru, para medis sempat memakai alat pelindung medis dan segera memeriksa perempuan tersebut. Namun, para medis merasa ada kekeliruan pada pasien tersebut, ia tidak menemukan tanda-tanda terinfeksinya COVID-19 tetapi hanya berpura-pura sakit saja. Dalam proses pemeriksaan, para petugas medis mencium aroma alkohol yang berasal dari pasien tersebut. Setelah ketahuan, para remaja itu pun langsung mengakui bahwa salah satu dari mereka hanya berupa-pura sakit dan melakukan prank untuk mengelabuhi pihak rumah sakit.
Para pelaku prank tersebut langsung diserahkan ke pihak yang berwajib, salah satu diantara mereka yaitu perempuan yang berpura-pura terinfeksi COVID-19 dijadikan tersangka dan tiga rekannya masih menjadi saksi.
"Kami sudah amankan dan ditetapkan sebagai tersangka sejak semalam," kata Pahrun selaku Kasatreskrim Polres Bone.
Dan pelaku akan di berikan sanksi berupa pasal 14 ayat 1 undang-undang Nomer 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana. Dalam pasal tersebut disebutkan bahwa barang siapa, dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya sepuluh tahun.
Masyarakat pun sangat menyayangkan dengan adanya perbuatan yang tidak terpuji itu, bahwasanya saat ini negara Indonesia sedang terkena pandemi yang begitu besar dan para remaja tersebut malah mempermainkan tenaga medis yang sedang berjuang memerangi penyakit yang sangat mematikan ini. (DS/AWD/MA-NEWSROOM UNTIRTA)

Posting Komentar

0 Komentar