Meski Tak Mudik, Tradisi Lebaran Ini Tetap Bisa Dilakukan di Rumah


 Reporter: Cacih Arlina
Redaktur : Akhmad Affandi
Ilustrasi silaturahmi virtual saat lebaran. (sumber: freepik)

NEWSROOM UNTIRTA – Lebaran merupakan momen yang sangat dinantikan oleh seluruh umat Muslim di dunia. Setelah sebulan penuh berpuasa di bulan Ramadan, tak heran hari raya yang jatuh pada 1 Syawal ini selalu disebut sebagai hari kemenangan. Namun pada 1 Syawal 1441 Hijriah atau yang jatuh pada 24 Mei 2020 Masehi kali ini, ada hal yang berbeda dari tradisi Lebaran yang biasa dilakukan.
Akibat pandemi COVID-19, tradisi mudik yang biasanya menjadi highlight dalam tradisi Lebaran tidak dapat dilaksanakan. Pasalnya, kegiatan mudik yang kemudian akan berakhir dengan berkumpul bersama keluarga besar di kampung halaman ini terlalu beresiko karena penyebaran Virus Corona yang dinilai sangat cepat. Oleh karena itu, sejak sebelum tibanya bulan Ramadan, pemerintah telah memberikan imbauan terlebih dahulu terkait larangan mudik untuk Lebaran kali ini.
Imbauan larangan mudik ini tentu saja menjadi hal yang harus diperhatikan oleh masyarakat, karena tradisi-tradisi yang biasanya dilakukan dengan keluarga besar di kampung halaman kini harus dilakukan sendiri atau bersama keluarga kecil saja. Meskipun demikian, bukan berarti semua tradisi yang biasanya dilakukan selama Lebaran harus sirna begitu saja. Meskipun tidak mudik, masih ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan bersama keluarga selama lebaran di rumah saja. Dikutip dari Indozone.id, kegiatan tersebut di antaranya:
Silaturahmi Virtual 
Silaturahmi menjadi hal utama yang biasanya dilakukan saat Lebaran. Biasanya silaturahmi saat Lebaran ini dilakukan dengan halalbihalal bersama seluruh anggota keluarga hingga tetangga di sekitar. Meskipun dalam masa social and psychical distancing yang tidak menganjurkan kita untuk saling berjabat tangan dan dalam jarak yang jauh karena tidak mudik, halalbihalal tetap dapat dilakukan via virtual menggunakan aplikasi meeting online yang telah banyak tersedia secara gratis, sehingga meskipun tidak bertatap muka secara langsung, kita tetap dapat menyapa dan menjaga tali silaturahmi dengan keluarga yang jauh.
Memakai Busana Lebaran Seragam
Meskipun tidak berkumpul dengan keluarga besar, keluarga kecil kita di rumahpun tetap bisa melakukan tradisi yang satu ini. Biasanya seragam lebaran ini sengaja dibeli atau bahkan dipesan khusus. Lebaran kali ini, kita dapat menggunakan seragam lebaran lalu berwefie-ria untuk kemudian diunggah di laman media sosial atau membagikannya ke grup keluarga.
Bagi-bagi THR
Tunjangan hari raya (THR) merupakan salah satu hal yang sangat ditunggu-tunggu saat Lebaran. Saat pulang ke kampung halaman, biasanya orang yang lebih tua akan membagikan sejumlah uang kepada saudara-saudaranya yang masih kecil. Meskipun saat pandemi yang mengakibatkan kita tidak dapat berkumpul dengan keluarga besar seperti ini, kita tetap dapat membagikan atau bahkan menerima THR dari saudara yang jauh. Mengingat semua hal sudah serba digital, kita dapat memanfaatkan aplikasi uang digital atau dompet online untuk berbagi dan menerima THR dari anggota keluarga yang jauh.
Makan Ketupat
Makan bersama tentu saja menjadi salah satu tradisi yang sangat akrab ketika kita berkumpul bersama keluarga meskipun tidak saat Lebaran. Makan ketupat menjadi ciri khas dalam makan bersama saat Lebaran. Meskipun hanya melaksanakan Lebaran di rumah, bukan berarti kita tidak dapat merasakan tradisi yang satu ini. Ketupat dan opor ayam tetap bisa dinikmati walaupun kita tidak mudik ke kampung halaman. Agar kesan makan bersama tetap terasa, kita dapat melakukan tradisi ini dari rumah sambil melakukan video call dengan keluarga yang jauh sehingga tetap terasa ramai walaupun terpisah oleh jarak.
Mengirimkan Parsel
Mengirim parsel mungkin bukan hal yang umum dalam tradisi lebaran, namun dalam masa social and psychical distancing seperti saat ini, berkirim parsel dapat menjadi alternatif yang baik untuk berkirim salam jarak jauh. Parsel biasanya berisi makanan, minuman, atau barang rumah tangga. Namun seiring berkembangnya zaman, kini isi parsel kian variatif sehingga tidak membosankan. (CH/AA/MA-NEWSROOM UNTIRTA)

Posting Komentar

2 Komentar

Emoji
(y)
:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:P
:o
:>)
(o)
:p
(p)
:-s
(m)
8-)
:-t
:-b
b-(
:-#
=p~
x-)
(k)