Pentingnya Memupuk Pendidikan Karakter Anak Saat Belajar di Rumah


Reporter : Algofiki Fatur Rohman
Redaktur : Prima Permata

 
foto : Ilustrasi sejumlah anak sedang melaksanakan pembelajaran di rumah (ayobogor.com
NEWSROOM UNTIRTA – Pada masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) terdapat pengalihan pola pendidikan dari tatap muka di depan kelas menjadi pembelajaran online (daring) di rumah. Sehingga tidak dapat dipungkiri menambah kuantitas dan kualitas waktu yang dihabiskan bersama keluarga yang merupakan pusat pendidikan di tengah kondisi saat ini.
Utamanya, belajar bersama di rumah tidak hanya berfokus pada capaian akademik atau kognitif semata tetapi juga pendidikan karakter melalui keluarga. Hal tersebut diungkapkan oleh Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Plt. Dirjen PAUD Dikdasmen), Hamid Muhammad.
Anak-anak, kata Hamid, dengan pendampingan orang tua harus mempunyai aktivitas pembelajaran meskipun berada di rumah seperti membaca, mengerjakan tugas yang diberikan guru, dan kegiatan positif lainnya.
“Ini penting untuk mengurangi tekanan dan kejenuhan di rumah,” ucap Hamid dalam Dialog Khusus RRI dan Kemendikbud, melansir dari laman Kemendikbud, Senin (4/5/2020).
menurut Hamid, banyak kecakapan hidup yang bisa dipelajari dan dipraktikkan selama belajar di rumah sebagai bagian dari pendidikan karakter.
“Pendidikan kecakapan hidup, seperti membantu orang tua membersihkan rumah, memasak, dan berkebun. Sementara itu, penjelasan tentang COVID-19, bagaimana karakteristiknya, pola penyebarannya, dan bagaimana cara menghindarinya adalah contoh pendidikan kontekstual,” jelas Hamid dikutip dari Bisnis.com
Menurutnya, komunikasi dan kolaborasi antara sekolah dan orang tua adalah kunci keberhasilan mendidik anak. Oleh karena itu Hamid mengimbau kepada guru, orang tua, kepala sekolah, dan pegiat pendidikan untuk tetap optimis memberikan layanan pendidikan yang terbaik.
Hal ini diperkuat dengan pernyataan Peneliti Kebijakan Publik Rico Santoro, dalam berita kompas.com, ia menyampaikan salah satu target pendidikan adalah pembangunan karakter. Pentingnya pendidikan kecakapan hidup yang dipupuk dalam pendidikan keluarga juga disepakati Rico sebagai syarat untuk membangun karakter mulia.
“Amanat pendidikan menyebutkan, proses belajar bukan teori namun juga praktik secara terus menerus melibatkan seluruh aspek kehidupan,” ujar Rico.
Ia menambahkan, mencetak manusia unggul bukan hanya tanggungjawab sekolah melainkan juga keluarga dan masyarakat secara menyeluruh. Selama ini banyak keluarga yang cenderung tidak siap menjadi 'guru' bagi anak-anaknya. Segala urusan pendidikan diserahkan ke sekolah. Sehingga, adanya COVID-19 yang memindahkan urusan pendidikan ke rumah membuat keluarga tergagap-gagap beradaptasi.
“Kendala belajar bermunculan mulai dari kesulitan akses internet, beratnya biaya pengadaan pulsa kuota, sulitnya menjadi guru bagi anak-anak, dan lain-lain,” pungkas Rico. (AFR/ PP/MA-NEWSROOM UNTIRTA)

Posting Komentar

0 Komentar