Rayakan Lebaran Lewat Silaturahmi Virtual


Reporter : Devy Yuliani
Redaktur : Khusnul Khotimah
Sebuah keluarga di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, melakukan silaturahmi secara virtual dengan keluarga di Kota Depok, Jawa Barat, saat Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, ANTARA FOTO/FB Anggoro/foc.

NEWSROOM UNTIRTA (26/5) Lebaran Idulfitri tahun ini harus dirayakan di tengah pandemi COVID-19 yang tak kunjung usai. Untuk memutus rantai penyebaran pandemi COVID-19, pemerintah menerapkan skenario larangan mudik lebaran dan menyarankan untuk salat Ied dari rumah saja. Hal ini tentu menyebabkan silaturahmi yang menjadi tradisi untuk rayakan Idulfitri kini harus diminimalisir dan terhambat. Namun berkat adanya perkembangan teknologi, silaturahmi dapat dilakukan secara virtual dari rumah saja.
Seperti apa yang disampaikan Ustaz Hanan Attaki pada siaran kultum Cara Silaturahmi Sesuai Hadis Nabi yang ditulis detik.com, ia mengatakan inti hari lebaran adalah menjalin silaturahmi. Namun banyak yang menerjemahkan silaturahmi dengan bertamu, ketemu, kumpul-kumpul atau makan-makan. Padahal silaturahim nggak hanya itu. Kegiatan yang telah disebutkan adalah serba-serbi saat puasa Ramadan.
Menjalin silaturahmi virtual dapat dilakukan dengan smarthphone atau gadget mendukung lainnya. Lewat berbagai aplikasi smarthphone seperti zoom, google meet, Line, whatsapp atau media sosial lainnya, kita dapat melakukan video call, mengirim doa dan ucapan selamat lebaran, berbagi parsel maupun THR secara online, dan melakukan aktivitas serta berinteraksi satu sama lain.
Silaturahmi virtual dengan mengandalkan konferensi video merupakan langkah dan solusi tepat untuk memberikan kita kesempatan bersilaturahmi di tengah imbauan untuk menjaga jarak fisik. Silaturahmi virtual ini tetap dapat membuat kita terhubung, merasa dekat, mengucap salam lewat senyum, dan tentunya melepas rindu dengan sanak saudara, teman, rekan kerja, dan lingkup sosial lainnya, meski terpisah oleh jarak.
Hal ini pun didukung oleh pernyataan Ustaz Abdul Somad. Menurutnya, saat Idulfitri berjalan normal, sunah hukumnya untuk jalan menuju masjid atau tanah lapang untuk salat Idulfitri. Lalu kita kembali ke rumah dengan berjalan kaki kembali. Tujuannya agar kita bertemu dengan banyak orang untuk silaturahmi. Namun saat pandemi Corona, kita harus mengucapkannya lewat media sosial.
"Saat musim pandemi COVID-19, terwakili dengan ucapan lewat WA, FB, IG. Karena tulisan dapat mewakili akad dalam transaksi jual beli dalam fikih Islam," ujar Ustaz Abdul Somad, kepada detik.com.
Pendapat senada pun dilontarkan Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Ni'am Sholeh. Ia mengatakan bahwa silaturahmi adalah suatu bagian dari ajaran agama yang sangat dianjurkan, bahkan menjadi salah satu penanda keimanan kita. Barang siapa mengaku beriman kepada Allah dan hari akhir maka harus membangun tali kekerabatan.
Namun, lanjut Ni'am, karena kita punya kewajiban dan tanggung jawab untuk memutus mata rantai peredaran COVID-19, silaturahmi Idulfitri harus dilakukan, tetapi tetap menjaga kesehatan, keselamatan diri dan orang lain. Jangan sampai, aktivitas silaturahmi dilakukan dengan cara yang menyebabkan ketakutan orang lain. Untuk itu kita dianjurkan tetap stay di rumah dan silaturahmi bisa dilaksanakan melalui media digital atau platform media sosial yang tersedia. (DYK/KH/MA-NEWSROOM UNTIRTA)

Posting Komentar

0 Komentar