Tagar ‘Indonesia Terserah’ Akibat Pemerintah Plin-Plan Soal PSBB

Reporter: Hasbi Firdaus Fauzun
Redaktur: Sucita Defi

Kerumunan warga di Mall CBD Ciledug Kota Tangerang, Minggu (17/5/2020) sumber : Instagram)

NEWSROOM UNTIRTA - Menjelang lebaran banyak masyarakat yang menghiraukan peraturan pemerintah. Mereka menilai pemerintah labil dalam membuat peraturan.  Hingga muncul istilah Indonesia terserah yang menjadi perbincangan oleh masyarakat, dan sempat menjadi trending.

Dilansir dari idntimes.com Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani mengkritik kebijakan pemerintah yang labil dalam menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Tidak heran, tagar 'Indonesia Terserah' sempat ramai di media sosial sejak beberapa hari lalu.

"Tagar Indonesia Terserah ini ada karena pemerintah plin-plan soal PSBB, yang membuat masyarakat sudah berpikir masa bodo dengan COVID-19," kata Netty di acara diskusi virtual kantor Cabang Bea Cukai Cirebon pada idntimes.com, Selasa (19/5).

Sejak awal, kata Netty, Presiden Jokowi telah mengimbau untuk masyarakat belajar, bekerja, dan beribadah di rumah serta pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan larangan mudik. Namun, hal tersebut tidak diikuti dengan pengamanan dan sanksi yang ketat.

"Kenapa saya bilang plin-plan? Dulu waktu PSBB, aturannya, layanan Bandara Soekarno-Hatta ditutup, bus keluar-masuk Jakarta tidak boleh, dan orang bekerja di luar dibatasi. Tapi sekarang justru oleh pemerintah dibolehkan meski ada persyaratan. Jadi masyarakat bingung, yang benar yang mana, karena plin-plannya pemerintah soal aturan PSBB," ujarnya.

Oleh karena itu ia berharap, pemerintah dapat secepatnya menemukan cara untuk menyelesaikan masalah ini. Netty khawatir jika tagar ‘Indonesia Terserah’ ini menjadi sikap para tenaga kesehatan. Ia khawatir, tenaga medis tidak lagi mau menangani pasien akibat kecewa karena anjuran diam di rumah tidak mendapat kebijakan yang kuat. Sikap pemerintah plin-plan ini akhirnya membuat masyarakat bersikap tidak peduli.

"Saya mengerti, masyarakat pasti merasa lelah dan berat dengan segala situasi pembatasan ini. Sulit keluar, sulit bertemu, sulit juga keuangan. Apalagi jelang hari raya yang biasanya justru menjadi puncak silaturahim. Tapi tidak ada cara lain kecuali bersabar guna memastikan mata rantai penyebaran COVID-19 sudah habis terputus. Indonesia harus menang lawan COVID-19, Indonesia jangan terserah," kata Netty. (HF/SD/MA/NEWSROOM UNTIRTA)

Posting Komentar

0 Komentar