Warga Lebak yang Tidak Mudik adalah Pahlawan


Reporter: Dinda Sulistiani
Redaktur: Sucita Defi
Ilustrasi larangan mudik sumber: Banten.co.
NEWSROOM UNTIRTA - Hari raya Idulfitri merupakan hari kemenangan bagi umat muslim diseluruh dunia. Menjelang hari raya warga yang berada di perantauan biasanya melakukan mudik ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga besar.
Tetapi Lebaran tahun ini sangat berbeda dengan Lebaran sebelumnya. Adanya wabah yang sedang merajalela ini menjadi salah satu hambatan bagi para pemudik untuk pulang ke kampung. Larangan mudik dibuat oleh pemerintah untuk mencegah berkembangnya penyebaran Virus Corona.
Dikutip dari Republika.co.id Bupati Lebak Iti Oktavia melarang warga yang berada di luar daerah Lebak untuk melakukan mudik Lebaran tahun ini, demi mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti penularan virus COVID-19 pada warga Lebak.
"Kita melarang pemudik dari zona merah penyebaran COVID-19 masuk ke wilayah Lebak," kata Iti Octavia di Lebak, Banten pada Republika, Senin (18/5).
Iti juga mengatakan bahwa pencegahan ini hanya bersifat sementara, supaya warga Lebak terhindar dari Virus Corona. Beliau juga mengatakan bahwa warga Lebak yang tidak mudik dianggap sebagai pahlawan bagi warga Lebak. Dengan begitu, mereka telah menaati peraturan pemerintah dan juga membantu warga agar tidak terkontaminasi dengan virus yang mungkin mereka bawa dari luar daerah.
Sejumlah petugas di posko perbatasan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten melakukan pemeriksaan. Pemeriksaan terhadap pengemudi dan penumpang kendaraan pribadi, maupun angkutan umum. Hal ini dilakukan, untuk mencegah datangnya pemudik dari wilayah zona merah yang tidak mengantongi surat izin.
Sementara itu, dilansir dari BisnisBanten.com Sekretaris Gugus Tugas Penanganan Percepatan COVID-19 Kabupaten Lebak, Dede Jaelani menegaskan pemerintah daerah menolak pemudik dari wilayah zona merah. Hal ini dilakukan untuk melindungi masyarakat lebak agar tidak terjangkit penyakit yang mematikan itu.
Selama ini, wilayah zona merah cukup berbahaya dan jika satu orang positif terpapar COVID-19 dan kemudian mudik ke kampung halaman maka akan menularkan virus tersebut kepada warga setempat.
"Kami melakukan pengawasan dan memperketat penjagaan di posko perbatasan agar warga yang tinggal dari wilayah zona merah tidak mudik ke Kabupaten Lebak," ujar Dede Jaelani (DS/SD/MA/NEWSROOM UNTIRTA)

Posting Komentar

0 Komentar