Waspada Saat Karantina, Jerawat yang Tetap Muncul Walau di Rumah Saja


Reporter          : Cacih Arlina
Redakur          : Imam Nursalim 
Perbedaan wajah yang berjerawat dan tidak berjerawat. (Sumber: GMint/gettyimages
NEWSROOM UNTIRTA – Selama masa karantina yang dilakukan masyarakat Indonesia, akibat pandemi COVID-19 yang telah berjalan hampir dua bulan lamanya menjadi tantangan baru yang harus dihadapi. Semua aktivitas yang biasanya dilakukan secara langsung kini harus beralih menjadi serba online karena social dan physical distancing anjuran dari pemerintah selama dua bulan tersebut. Masyarakat kini mulai mengeluhkan banyak masalah yang dialami selama masa karantina berlangsung, salah satunya yaitu masalah kulit wajah yang menjadi berjerawat.
Masa karantina seharusnya menjadi kesempatan yang baik untuk bisa merawat diri karena semua kegiatannya hanya dilakukan di rumah, sehingga wajah bisa istirahat dari pemakaian make up dan terhindar dari paparan polusi yang biasanya ditemui ketika kita melakukan aktivitas di luar rumah. Namun nyatanya, karantina menimbulkan masalah lain yang turut menyumbang kemunculan jerawat di wajah.
Silvira Kunanindia (21), Mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Surakarta menyebutkan waktu yang digunakan untuk kuliah daring justru terasa lebih banyak dari pada saat kuliah seperti biasa, hal tersebut menyebabkan Silvira tidak memiliki waktu untuk melakukan perawatan wajah saat masa karantina.
“Tidak (perawatan), karena waktunya lebih banyak digunakan untuk kuliah daring, mengerjakan tugas dan istirahat. Tugasnya banyak jadi tidak ada waktu untuk me time atau melakukan perawatan wajah,” tuturnya saat dihubungi via Direct Message  Twitter pada Sabtu (16/5).
Berbeda dengan Silvira. Syafira Eka Putri (20), Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa tetap melakukan perawatan selama masa karantina berlangsung. Namun hal tersebut tidak cukup untuk mencegah munculnya jerawat di  wajah.
“Iya, skincare-an. Kayak cuci muka, pakai serum, sama day cream, tapi jerawat tetap muncul. Mungkin itu karena stres, kepikiran banyak tugas, atau faktor hormon juga kalau mau menstruasi,”  ujarnya saat dihubungi via WhatsApp,  Sabtu (16/5).
Dilansir dari Miss Kyra, ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan kemunculan jerawat saat karantina, di antaranya:
Stress
Seperti yang telah kita ketahui, stres bisa menjadi salah satu penyebab perubahan hormon yang juga bisa mengakibatkan munculnya jerawat. Aktivitas yang dilakukan selama masa karantina yang dirasa membosankan bisa menjadi salah satu alasan mengapa kita mengalami stres sehingga menyebabkan munculnya jerawat di wajah saat karantina.
Mencoba Produk Baru
Rutinitas yang dirasa membosankan saat masa karantina mengakibatkan kita selalu ingin mencoba hal-hal baru yang bahkan belum pernah dilakukan saat sebelum masa karantina, salah satunya yaitu mecoba berbagai produk baru untuk perawatan wajah. Hal ini bisa menjadi salah satu pemicu munculnya jerawat di wajah karena ketidakcocokan dengan produk yang baru dicoba tersebut.
Jadwal yang Menjadi Kacau
Perubahan aktivitas saat masa karantina berlangsung mengakibatkan kita harus beradaptasi dengan cara hidup yang baru, salah satunya yaitu perubahan waktu tidur dan pola makan. Perubahan tersebut terkadang menjadi salah satu pemicu munculnya jerawat karena kita tidak mengistirahatkan tubuh di waktu yang tepat sesuai dengan jadwal yang seharusnya.
Tidak Melakukan Perawatan
 Seperti yang dikatakan Silvira, aktivitas yang dilakukan saat karantina cukup menyita waktu sehingga tidak sempat melakukan perawatan wajah. Kebiasaan penggunaan produk yang berubah-ubah tersebut mengakibatkan kulit bereaksi sehingga muncul jerawat. Hal tersebut bisa disebut sebagai pembersihan kulit.
Dari hal-hal yang bisa menyebabkan munculnya jerawat tersebut, kita dapat mengidentifikasi penyebab kemunculan jerawat sehingga dapat menemukan cara untuk mengatasinya. Dilansir dari Mail Online, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah-masalah kulit wajah saat masa karantina, di antaranya:
Rawat Kulit Seperti Biasa
Seperti alasan kemunculan jerawat di kulit wajah yang telah disebutkan sebelumnya yakni tidak dilakukannya perawatan kulit selama masa karantina, maka hal yang dapat dilakukan untuk mencegah jerawat muncul di wajah adalah dengan melakukan perawatan pada kulit wajah seperti biasa saat sebelum dilakukannya karantina. Dikutip dari Mail Online tersebut, dokter kulit sekaligus bintang stasiun televisi TLC. Dr. Sandra Lee mengatakan bahwa kondisi kulit wajah yang tidak dirawat bahkan bisa menjadi semakin memburuk dari sebelumnya.
Memanjakan Diri dengan ‘Extra’ Skincare
Terisolasi dan jauh secara sosial adalah waktu yang tepat untuk memberikan perhatian lebih dan mencoba perawatan seperti kulit yang biasanya membutuhkan sedikit waktu dari aktivitas yang dilakukan. Maka hal ini menjadi kesempatan yang baik untuk memanjakan kulit dengan melakukan perawatan ekstra terhadap kulit wajah.
Lakukan Pijat Drainase Limfatik
Pijat drainase limfatik adalah pijat yang biasanya dilakukan guna mengobati cairan sistem getah bening. Pijat ini bisa memberikan manfaat bagi kulit dan bisa dilakukan saat masa karantina seperti ini karena hanya membutuhkan waktu sekitar satu menit.
Pakai SPF Meskipun Berada di Dalam Rumah Sepanjang Hari
Meskipun berada di dalam rumah dengan asumsi bahwa kulit wajah tidak akan terkena paparan matahari, penggunaan SPF tetap menjadi penting. Paparan sinar matahari sedikit demi sedikit dapat menyebabkan kerusakan pada kulit wajah tanpa kita sadari sehingga penggunaan SPF menjadi penting meskipun kita berada di dalam ruangan.
Lindungi Kulit dari Layar
Selama ini, kita hanya diberikan pemahaman tentang bahaya sinar matahari bagi kulit wajah, padahal cahaya biru yang ditampilkan dari layar handphone maupun komputer juga turut memberikan kerusakan radikal pada kulit. Oleh karena itu, menjaga kulit kita dari paparan cahaya yang diberikan oleh layar alat elektronik menjadi cukup penting.
Keluar Rumah Setidaknya Sekali dalam Sehari
Meskipun selama karantina kita harus melakukan segala aktivitas dari rumah, bukan berarti kita tidak boleh keluar sejengkalpun dari dalam rumah. Menghabiskan waktu di dalam rumah membuat kita kekurangan vitamin D yang salah satu fungsinya adalah untuk meremajakan kulit. Oleh karena itu, setidaknya tubuh kita membutuhkan asupan vitamin D yang bisa didapatkan dari sinar matahari, maka berada di luar ruangan menjadi salah satu hal yang cukup penting meskipun dengan durasi yang singkat.
Kurangi Stres
Stres menjadi hal yang cukup krusial untuk dihindari dalam masa karantina seperti saat ini guna menjaga hormon agar tidak menimbulkan masalah-masalah pada tubuh. Kita dapat melakukan hal-hal yang disukai selama masa karantina seperti menonton film, menyanyi, memasak, melukis, dan sebagainya untuk dapat mengurangi stres yang berpotensi muncul saat masa karantina.
Perbaiki Pola Makan
Makanan yang masuk ke dalam tubuh juga sangat berpengaruh terhadap fungsi organ-organ yang ada di tubuh termasuk kulit. Saat karantina ini bisa menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki pola makan yang sebelumnya sempat berantakan karena terlalu banyak mengonsumsi junk food. Oleh karena itu, mengonsumsi makanan sehat menjadi penting untuk memperbaiki nutrisi yang masuk ke dalam tubuh.
Tetap Konsultasi ke Dokter
Meskipun kita harus tetap berada di rumah, namun telah banyak platform yang menyediakan konsultasi online ke dokter-dokter yang telah berpengalaman sehingga kita tetap bisa mendiskusikan tentang hal-hal yang harus dilakukan saat masa karantina untuk menjaga kesehatan.
Perawatan kulit wajah tetap penting untuk menjaga kesehatan kulit dan mencegah dari masalah-masalah yang berpotensi merusak kulit meskipun saat karantina. Hal ini juga bisa menjadi kesempatan yang baik untuk memiliki kulit wajah yang sehat ketika masa karantina akibat pandemi COVID-19 sudah berakhir. (CH/IMM/MA-UNTIRTANEWSROOM))



Posting Komentar

0 Komentar